PEMBANGUNAN RS PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR DIMULAI

 

PEMBANGUNAN RS PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR DIMULAI

PEMBANGUNAN RS PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR DIMULAI

Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH melakukan peletakan batu pertama Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, (28/7), disaksikan Wakil Ketua Umum PP. Muhammadiyah Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si, dan Ketua Badan Pelaksana Harian Universitas Muhammadiyah Makassar Ir. Saiful Saleh, M.Si.

Menurut Menkes, RS merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu keberadaan RS Pendidikan mempunyai arti penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pelayananan medik. ”Rumah Sakit Pendidikan, di samping memberikan pelayanan kesehatan, juga berfungsi sebagai wahana pembelajaran klinik calon dokter dan calon dokter spesialis. Diharapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan juga merupakan wahana penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran”, tegas Menkes.

Menkes berharap RS Umum Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, tampil lebih baik dan bermutu karena merupakan etalase citra pendidikan. Selain itu, menjadi teladan dan selalu berada di depan dalam memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya namun juga masyarakat luas.

Menurut Menkes, Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, menyebutkan Rumah Sakit Pendidikan merupakan RS yang menyelenggarakan pendidikan dan penelitian secara terpadu dalam bidang pendidikan profesi kedokteran, pendidikan kedokteran berkelanjutan, dan pendidikan tenaga kesehatan lainnya, dimana dalam penyelenggaraannya RS Pendidikan dapat dibentuk Jejaring Rumah Sakit Pendidikan.

Sementara itu, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1069/Menkes/SK/XI/2008 tentang pedoman dan klasifikasi RS Pendidikan disebutkan, RS Pendidikan diharapkan memiliki kemampuan pelayanan yang lebih dari RS non pendidikan terutama meliputi penjaminan mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta kedokteran berbasis bukti; penerapan metode penatalaksanaan terapi terbaru; teknologi kedokteran yang tepat guna; hari rawat yang lebih pendek untuk penyakit yang sama; hasil pengobatan dan survival rate yang lebih baik; serta tersedianya konsultasi dari staf medis pendidikan, selama 24 jam.

Pada kesempatan tersebut Menkes menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Pusat Muhammadiyah atas pengabdiannya selama ini dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan sebagai upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau e-mail, kontak@depkes.go.id.

Subscribe to Comments RSS Feed in this post

One Response

  1. Alhamdulillah, walaupun peletakan batu pertamanya sejak tgl 28/6/2011 tapi pembangunannya baru dimulai kemarin dan satu lagi Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH sudah meninggal mungkin ada baiknya disertakan Alm. di depan namanya serta dituliskan mantan menkes karena sekarang menkesnya adalah dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*