Unismuh Termasuk Kampus Smart

 

Kuliah Umum Smart Campus - 04 November 2017 -- oke

 

CENDERAMATA. Wakil Rektor I Unismuh Makassar Abdul Rakhim Nanda (ketiga dari kiri) didampingi Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh Mahmud Ghaznawie (kedua dari kiri) dan dosen FKIP yang bertindak sebagai moderator Ziaul Haq (paling kiri) foto bersama Rektor Perbanas Institut Jakarta Prof Marsudi Wahyu Kisworo (kedua dari kanan) dan Dr Harya Widiputra (Dekan FTI Perbanas Institut, Jakarta), seusai kuliah umum bertajuk “Smat Campus”, di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Sabtu, 04 November 2017. (Foto: Asnawin)

———–

 

Unismuh Termasuk Kampus Smart
Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar termasuk kampus smart (smart campus) karena sudah ada aturan dilarang merokok di dalam kampus. Artinya, Unismuh Makassar sudah membiasakan warga kampus hidup sehat.

“Kita juga berharap mahasiswa diajar dan dibiasakan bersih dan rapi, karena kampus itu harus ramah belajar, kampus harus jadi rumah kedua, dimana mahasiswa merasa nyaman saat berada di kampus,” kata Rektor Universitas Perbanas Jakarta, Prof Marsudi Wahyu Kisworo.

Hal dikemukakan Marsudi saat membawakan kuliah umum dengan tema “Smart Campus”, yang diadakan Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Abdul Rakhim Nanda, di Aula Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, Sabtu, 04 November 2017.

Kuliah Umum yang juga menampilkan Dr Harya Widiputra (Dekan FTI Perbanas Institut, Jakarta) sebagai pembicara dengan materi berjudul “Teknologi Penunjang dan Implementasi Smart Campus”, dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran Unismuh dr Mahmud Ghaznawie PhD, Dekan FKIP Erwin Akib PhD, Dekan Fakultas Pertanian Dr Burhanuddin, sejumlah Ketua Program Studi dan Ketua Lembaga, serta ratusan dosen dan mahasiswa.

Marsudi mengatakan, kampus smart adalah kampus yang berdaya saing, kampus yang mampu mewujudkan lingkungan belajar yang nyaman (livable), aman, dan berkelanjutan (sustainable), serta kampus yang mampu menghadapi tantangan persaingan regional dan global, tantangan perubahan pola bisnis, dan tantangan perubahan generasi.

Untuk itulah, katanya, setiap kampus harus membuat strategi pengembangan berbasis kampus smart, yang mengedepankan efisiensi birokrasi dan akademik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta membangun lingkungan komunitas dengan menjadikan infrastruktur dan sarana TIK sebagai faktor pendukung atau enabler.

“Ingat, planning atau perencanaan merupakan kunci sukses smart kampus. Perencanaan tanpa tindakan adalah mimpi, sedangkan tindakan tanpa perencanaan adalah mimpi buruk,” tegas Marsudi.

Dia kemudian memaparkan poin-poin penting tahapan penyusunan masterplan smart campus, yang diawali dengan pembentukan tim penyusun, kemudian melakukan aalisis masa depan dan kesiapan pembangunan smart campus, penentuan program prioritas pembangunan smart campus, penentuan roadmap implementasi (5-10 tahun), serta penyelesaian dokumen masterplan smart campus.

Selanjutnya, bagaimana membangun kesiapan menjadi kampus smart, mulai dari kesiapan infrastruktur fisik, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan sosial budaya atau kultur, kesiapan SDM, kemampuan birokrasi, kemampuan anggaran, kesiapan warga kampus, kesiapan kebijakan (peraturan), kelembagaan, dan pelaksanaan.

“Tetapi yang paling penting adalah kultur atau budaya yang menyangkut kebiasaan (tradisi), inovasi, dan interaksi. Artinya, budayanya harus smart, perilakunya juga harus smart. Jangan sampai punya hape (handphone) smart tetapi perilakunya tidak smart,” tutur Marsudi. (win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*