FKIK Unismuh Introduces Inclusive HIV Prevention Program for the Disability Community
February 7, 2026 Comments Off on FKIK Unismuh Introduces Inclusive HIV Prevention Program for the Disability Community kedokteran,news,Prodi Farmasi media-fkik.id

MAKASSAR – The Faculty of Medicine and Health Sciences (FKIK) of Universitas Muhammadiyah Makassar organized a community service program through a collaboration between the Medical Education Study Program and the Bachelor of Pharmacy Study Program. The activity carried the theme “Equality in HIV Prevention: An Inclusive Approach for Persons with Disabilities.” This program aims to provide equitable and inclusive health education for all segments of society, particularly for individuals with disabilities.

The program was proposed by the Department of Physiology of FKIK Unismuh from the Medical Education Study Program in collaboration with the Bachelor of Pharmacy Study Program. This collaboration represents a form of synergy between study programs in implementing the Tri Dharma of Higher Education, particularly in the aspect of community service. Through this initiative, FKIK Unismuh seeks to strengthen its role in raising public health awareness on a broader scale.

Participants were invited from various disability communities, including the visually impaired community, the Deaf community, OYPMK (People Who Have Experienced Leprosy), and persons with physical disabilities. The involvement of these diverse communities demonstrates that the program was genuinely designed with an inclusive approach, ensuring that all participants receive equal access to health information without communication or accessibility barriers.

The organizing committee targeted between 75 and 100 participants from various disability communities in Makassar and surrounding areas. In addition to education on HIV prevention, participants were also provided with opportunities for interactive discussions to share questions and experiences related to health issues. The methods of material delivery were tailored to meet the specific needs of each disability group to ensure that the information was effectively understood.

In addition to educational activities, the program also provided free health screening services for all participants. The examinations included vital sign checks such as blood pressure, pulse rate, respiratory rate, and body temperature. Furthermore, the committee offered simple laboratory tests, including blood glucose, cholesterol, and uric acid screenings, as part of early health detection efforts for participants.

The Dean of FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K), expressed her appreciation for the implementation of this program. According to her, community service activities with an inclusive approach are essential to ensure that health education reaches all members of society. “HIV prevention must be delivered equally without discrimination. This program represents a concrete step by FKIK Unismuh in providing equitable access to education and health services for our brothers and sisters with disabilities,” she stated.

Through this community service program, FKIK Unismuh Makassar hopes to enhance participants’ knowledge and awareness regarding the importance of HIV prevention and healthy living behaviors. The program is also expected to become a sustainable agenda that further strengthens the relationship between educational institutions and disability communities, toward the realization of a healthier, more inclusive, and equitable society.


FKIK Unismuh Hadirkan Program Inklusif Pencegahan HIV untuk Komunitas Disabilitas

MAKASSAR – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar kegiatan pengabdian masyarakat melalui kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi S1 Farmasi. Kegiatan ini mengusung tema “Kesetaraan dalam Pencegahan HIV: Pendekatan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas”. Program tersebut bertujuan memberikan edukasi kesehatan yang merata dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok disabilitas.

Kegiatan ini diusulkan oleh Departemen Fisiologi FKIK Unismuh dari Prodi Pendidikan Kedokteran yang bekerja sama dengan Prodi S1 Farmasi. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antarprogram studi dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, FKIK Unismuh ingin memperkuat perannya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat secara luas.

Peserta kegiatan didatangkan dari berbagai komunitas penyandang disabilitas, di antaranya komunitas Difabel Netra, Teman Tuli, OYPMK (Orang yang Pernah Mengalami Kusta), serta Disabilitas Daksa. Keterlibatan berbagai komunitas tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini benar-benar dirancang dengan pendekatan inklusif, sehingga seluruh peserta dapat memperoleh informasi kesehatan yang setara tanpa adanya hambatan komunikasi maupun akses.

Panitia kegiatan menargetkan jumlah peserta sebanyak 75 hingga 100 orang dari berbagai komunitas disabilitas di Kota Makassar dan sekitarnya. Selain penyuluhan mengenai pencegahan HIV, peserta juga diberikan ruang diskusi interaktif agar dapat menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman terkait isu kesehatan. Metode penyampaian materi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok disabilitas agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik.

Tidak hanya edukasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh peserta. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tanda vital seperti tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu tubuh. Selain itu, panitia juga menyediakan pemeriksaan laboratorium sederhana berupa pemeriksaan glukosa darah, kolesterol, dan asam urat sebagai bentuk deteksi dini kondisi kesehatan peserta.

Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K), menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan pengabdian dengan pendekatan inklusif sangat penting untuk memastikan bahwa edukasi kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. “Pencegahan HIV harus disampaikan secara merata tanpa diskriminasi. Kegiatan ini merupakan langkah nyata FKIK Unismuh dalam memberikan akses edukasi dan pelayanan kesehatan yang setara bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ujarnya. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, FKIK Unismuh Makassar berharap dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya pencegahan HIV serta pola hidup sehat. Program ini juga diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang semakin mempererat hubungan antara institusi pendidikan dengan komunitas disabilitas, demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, inklusif, dan berkeadilan.