Developing an Integrated AIK Module, FMHS Unismuh Makassar Strengthens a Curriculum Grounded in Islamic Values
The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS) of Universitas Muhammadiyah Makassar organized a Workshop on the Development of an Integrated Al-Islam and Muhammadiyah Studies (AIK) Module, held on 13–14 February 2026, corresponding to 25–26 Sha’ban 1447 H. The activity took place at Hotel Ibis Styles Makassar and was attended by faculty leaders, heads of study programs, and members of the curriculum development team.
The workshop aimed to strengthen the integration of AIK values into the teaching and learning process within FMHS Unismuh Makassar. The module was developed systematically to ensure alignment with the intended learning outcomes and to support the character formation of students in medicine and health sciences, grounded in Islamic and Muhammadiyah principles.
The Dean of FMHS Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K), emphasized that the integration of AIK within the curriculum is not merely administrative in nature, but rather constitutes the core spirit of the educational process. “AIK should not exist solely as a standalone course; instead, it must be integrated into every subject and academic activity, so that Islamic and Muhammadiyah values genuinely shape the competencies of our graduates,” she stated.
She further explained that the development of this integrated module represents a strategic initiative in responding to the increasingly complex challenges in medical and health sciences education. According to her, graduates of FMHS Unismuh Makassar are expected to demonstrate not only academic excellence but also strong moral and spiritual integrity.
During the two-day workshop, participants discussed the structure of the module, learning outcomes, assessment methods, and implementation strategies across all study programs. The activity is expected to produce an applicable integrated AIK module document that can be implemented in the upcoming semester.
Through the organization of this workshop, FMHS Unismuh Makassar reaffirmed its commitment to delivering medical and health sciences education that is excellent, Islamic, and progressive. This initiative further strengthens the position of Universitas Muhammadiyah Makassar as a higher education institution consistently integrating academic excellence with spiritual values within its educational system.
_________________________________________
Susun Modul AIK Terintegrasi, FKIK Unismuh Makassar Perkuat Kurikulum Berbasis Nilai Islam
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Workshop Penyusunan Modul Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Terintegrasi, yang dilaksanakan pada 13–14 Februari 2026 atau bertepatan dengan 25–26 Sya’ban 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Ibis Styles Makassar dan diikuti oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, serta tim penyusun kurikulum.
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat integrasi nilai-nilai AIK dalam proses pembelajaran di lingkungan FKIK Unismuh Makassar. Penyusunan modul dilakukan secara sistematis agar selaras dengan capaian pembelajaran lulusan serta mendukung penguatan karakter mahasiswa di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan yang berlandaskan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K), menegaskan bahwa integrasi AIK dalam kurikulum bukan hanya bersifat administratif, melainkan menjadi ruh dalam proses pendidikan. “AIK tidak hanya menjadi mata kuliah tersendiri, tetapi harus terintegrasi dalam setiap mata kuliah dan aktivitas akademik, sehingga nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan benar-benar mewarnai kompetensi lulusan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyusunan modul terintegrasi ini juga menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan kedokteran dan kesehatan yang semakin kompleks. Menurutnya, lulusan FKIK Unismuh Makassar harus memiliki keunggulan akademik sekaligus integritas moral dan spiritual yang kuat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta workshop mendiskusikan struktur modul, capaian pembelajaran, metode evaluasi, serta strategi implementasi di setiap program studi. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan dokumen modul AIK terintegrasi yang aplikatif dan dapat langsung diterapkan pada semester mendatang.
Dengan terselenggaranya workshop ini, FKIK Unismuh Makassar menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan yang unggul, islami, dan berkemajuan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Unismuh Makassar sebagai perguruan tinggi yang konsisten mengintegrasikan nilai akademik dan spiritual dalam sistem pembelajarannya.