BEM-FK UNISMUH Strengthens Community Health and Environmental Awareness in Kodingareng Lompo Island
September 6, 2026 Comments Off on BEM-FK UNISMUH Strengthens Community Health and Environmental Awareness in Kodingareng Lompo Island kedokteran,news media-fkik.id

Makassar — The second day of the community engagement program organized by the Executive Student Board of the Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Makassar (BEM-FK UNISMUH), continued with an environmental and coastal clean-up initiative involving medical students and members of the local community on Kodingareng Lompo Island.

The activity formed part of a broader effort to strengthen public awareness of environmental cleanliness as an important determinant contributing to community health. By actively involving students and local residents, the initiative sought not only to improve the cleanliness of the surrounding environment but also to foster a stronger sense of collective responsibility for maintaining a healthy and sustainable living environment.

The community engagement program on Kodingareng Lompo Island reflects BEM-FK UNISMUH’s commitment to bringing health services, health education, and environmental awareness closer to island communities. It also provides medical students with an opportunity to translate the knowledge and competencies acquired through their medical education into meaningful contributions within real-world community settings.

A key feature of the program was the introduction of a “miniature hospital” concept, designed to provide the community with a more accessible and relatable experience of healthcare services. The initiative demonstrates that geographical limitations should not become a barrier to accessing health education and essential healthcare services.

The program was supported through collaboration among medical students, specialist physicians, healthcare professionals, and members of the local community. Such collaboration is expected to contribute to broader access to healthcare while strengthening health literacy and awareness among communities living in geographically isolated island areas.

For BEM-FK UNISMUH, community engagement extends beyond the delivery of healthcare services within a single program. It represents an important expression of students’ responsibility to apply their academic knowledge and professional competencies for the benefit of society. Through this experience, students are encouraged to recognize that medical education extends beyond classrooms and healthcare facilities and must remain connected to the social realities and health needs of communities.

From education to community engagement, BEM-FK UNISMUH seeks to bring knowledge closer to society—bringing healthcare closer, expanding health education, and fostering greater awareness of health and environmental responsibility.

The community engagement program on Kodingareng Lompo Island is expected to contribute to ongoing efforts to promote healthier, more environmentally conscious, and more resilient island communities, while supporting the development of more inclusive access to health education and healthcare services.

_________________________________________________________________________

BEM-FK UNISMUH Hadirkan Pengabdian Kesehatan dan Kepedulian Lingkungan di Pulau Kodingareng Lompo

Makassar — Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (BEM-FK UNISMUH) di Pulau Kodingareng Lompo berlanjut pada hari kedua dengan kegiatan aksi bersih-bersih lingkungan dan pantai yang melibatkan mahasiswa bersama masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu faktor yang berperan dalam mendukung kesehatan masyarakat. Melalui keterlibatan langsung mahasiswa dan masyarakat, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan tempat tinggal.

Pengabdian masyarakat di Pulau Kodingareng Lompo merupakan bagian dari komitmen BEM-FK UNISMUH untuk menghadirkan pelayanan kesehatan, edukasi kesehatan, serta kepedulian terhadap lingkungan secara langsung di tengah masyarakat kepulauan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama proses pendidikan ke dalam konteks kehidupan masyarakat.

Salah satu konsep yang menjadi bagian penting dalam kegiatan ini adalah kehadiran “miniatur rumah sakit”, yang dirancang untuk menghadirkan suasana pelayanan kesehatan secara lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Konsep tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh edukasi maupun pelayanan kesehatan.

Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, dokter spesialis, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat. Kolaborasi lintas unsur tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perluasan akses pelayanan serta peningkatan literasi dan kesadaran kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan.

Bagi BEM-FK UNISMUH, pengabdian masyarakat tidak semata-mata dimaknai sebagai pelaksanaan kegiatan pelayanan dalam satu momentum, tetapi juga sebagai wujud tanggung jawab mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan bagi kepentingan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa didorong untuk memahami bahwa pendidikan kedokteran tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga di tengah kehidupan masyarakat.

Dari ruang pendidikan menuju ruang pengabdian, BEM-FK UNISMUH berupaya menghadirkan ilmu pengetahuan agar semakin dekat dengan masyarakat—mendekatkan pelayanan, memperluas edukasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.

Kegiatan pengabdian di Pulau Kodingareng Lompo diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun masyarakat kepulauan yang lebih sadar terhadap kesehatan, kebersihan lingkungan, dan pentingnya akses pelayanan kesehatan yang inklusif.