IPE Webinar Highlights the Importance of Interprofessional Synergy in Addressing Healthcare Challenges
MAKASSAR, October 17, 2026 — The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS), Universitas Muhammadiyah Makassar, held a webinar on Interprofessional Education (IPE) entitled “Strengthening Interprofessional Education: Building Communication, Team Work, and Collaborative Practice in Healthcare” on Saturday, October 17, 2026. Conducted online via Zoom Meeting, the webinar featured four speakers from universities in Indonesia and Malaysia who discussed strengthening communication, teamwork, and collaborative practices in healthcare.
The webinar provided an academic forum to deepen understanding of the importance of Interprofessional Education in healthcare education. The IPE approach encourages students from different healthcare professions to learn together, understand one another’s roles and responsibilities, and develop the communication and collaboration skills necessary to deliver patient-centered care.
The Dean of FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar emphasized that strengthening IPE is an important step in preparing healthcare professionals to work effectively and collaboratively. “Healthcare education must go beyond equipping students with competencies specific to their respective professions. Students must also develop communication skills, teamwork capabilities, and an understanding of other healthcare professionals’ roles to deliver comprehensive, safe, and patient-centered care,” the Dean stated.
The webinar featured four speakers who presented complementary perspectives on interprofessional collaboration. Dr. dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc., Sp.OG, from Universitas Gadjah Mada (UGM), delivered a presentation entitled “Interprofessional Collaboration in Healthcare.” Meanwhile, dr. Nur Farhaeen Binti Abdul Rahman, Ph.D., from Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), presented “Introduction to Interprofessional Education (IPE).”
The third speaker, Dr. dr. Sumarni, Sp.JP., Subs.Art(K)., FIHA, from Universitas Muhammadiyah Makassar, discussed “Communication & Teamwork Skills.” The final speaker, Prof. dr. Venny Hadju, M.Sc., Ph.D., from Universitas Hasanuddin (UNHAS), presented “The Role of IPE in Stunting Management,” highlighting the relevance of collaborative approaches to addressing public health challenges.
Through the speakers’ presentations, participants gained insights into the implementation of interprofessional collaboration in healthcare education and practice, including the importance of effective communication, clear role allocation, and coordination in addressing complex health issues. The discussion on stunting also highlighted the need for multidisciplinary and interprofessional involvement in prevention and management efforts.
The webinar forms part of FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar’s ongoing efforts to enhance the quality of healthcare education by expanding academic knowledge and strengthening collaborative competencies. Through the advancement of Interprofessional Education, students are expected to become better prepared to work in interprofessional teams and contribute to the delivery of high-quality, integrated healthcare that prioritizes patient safety and well-being.
_____________________________________________________________________________________
Webinar IPE Pertegas Pentingnya Sinergi Antarprofesi dalam Menjawab Tantangan Pelayanan Kesehatan
MAKASSAR, 17 Oktober 2026 — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar menyelenggarakan webinar Interprofessional Education (IPE) bertajuk “Strengthening Interprofessional Education: Building Communication, Team Work, and Collaborative Practice in Healthcare” pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini menghadirkan empat narasumber dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk membahas penguatan komunikasi, kerja sama tim, dan praktik kolaboratif dalam pelayanan kesehatan.
Webinar ini menjadi ruang akademik untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya Interprofessional Education dalam pendidikan tenaga kesehatan. Pendekatan IPE mendorong mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan untuk belajar bersama, memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, serta membangun kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pasien.
Dekan FKIK Unismuh Makassar menekankan bahwa penguatan IPE merupakan langkah penting dalam mempersiapkan tenaga kesehatan yang mampu bekerja secara profesional dan kolaboratif. “Pendidikan tenaga kesehatan tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai bidang profesinya masing-masing. Mereka juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan pemahaman terhadap peran profesi lain agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, aman, dan berpusat pada pasien,” ungkapnya.
Webinar ini menghadirkan empat narasumber dengan tema pembahasan yang saling melengkapi. Dr. dr. Ide Pustaka Setiawan, M.Sc., Sp.OG dari Universitas Gadjah Mada (UGM) membawakan materi “Interprofessional Collaboration in Healthcare”. Selanjutnya, dr. Nur Farhaeen Binti Abdul Rahman, Ph.D dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) menyampaikan materi “Introduction to Interprofessional Education (IPE)”.
Narasumber ketiga, Dr. dr. Sumarni, Sp.JP., Subs.Art(K)., FIHA dari Universitas Muhammadiyah Makassar, membahas “Communication & Teamwork Skills”. Sementara itu, Prof. dr. Venny Hadju, M.Sc., Ph.D dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) menyampaikan materi “Penanganan IPE dalam Kasus Stunting”, yang mengangkat relevansi pendekatan kolaboratif dalam penanganan permasalahan kesehatan masyarakat.
Melalui pemaparan para narasumber, peserta memperoleh perspektif mengenai penerapan kolaborasi antarprofesi dalam pendidikan dan praktik pelayanan kesehatan, termasuk pentingnya komunikasi efektif, pembagian peran yang jelas, serta koordinasi dalam menangani persoalan kesehatan yang kompleks. Pembahasan mengenai stunting turut memberikan konteks tentang perlunya keterlibatan berbagai disiplin ilmu dan profesi dalam upaya pencegahan maupun penanganannya.
Penyelenggaraan webinar ini merupakan bagian dari upaya FKIK Unismuh Makassar untuk memperkuat kualitas pendidikan tenaga kesehatan melalui pengembangan wawasan akademik dan kompetensi kolaboratif. Melalui penguatan Interprofessional Education, mahasiswa diharapkan semakin siap bekerja dalam tim lintas profesi dan berkontribusi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, terpadu, serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan pasien.