BEM-FK UNISMUH Brings a Miniature Hospital Concept to Community Service on Kodingareng Lompo Island
Makassar, 5 September 2026 — The Student Executive Board of the Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Makassar (BEM-FK UNISMUH), implemented an integrated community healthcare initiative on Kodingareng Lompo Island, Makassar, on 4–5 September 2026. The program adopted a “miniature hospital” concept, bringing a range of healthcare services and specialist doctors directly to the island community.
The initiative reflects BEM-FK UNISMUH’s commitment to contributing meaningfully to society, particularly to island communities that face geographical challenges in accessing healthcare services. In addition to providing health education, the program brought several medical specialists to the island to conduct examinations and provide direct medical consultations for residents.

The program began with an opening ceremony attended by representatives of the Faculty of Medicine at UNISMUH, healthcare professionals, students, and residents of Kodingareng Lompo Island. The opening was followed by health education sessions delivered directly by doctors and healthcare professionals according to their respective areas of expertise.
The educational sessions covered topics including decompression, women’s reproductive health, malnutrition, environmental health and hygiene, as well as skin diseases, particularly dermatitis. These sessions aimed to enhance community knowledge of common health issues while encouraging the adoption of preventive health practices in everyday life.
Following the health education sessions, the program continued with free health check-ups for local residents. Those experiencing health concerns or requiring further assessment were subsequently referred for consultation with specialist doctors based on their individual conditions and healthcare needs.
Through the “miniature hospital” concept, BEM-FK UNISMUH brought multiple healthcare services together in a single integrated community program. The services included obstetrics and gynecology, ear, nose and throat (ENT), neurology, pediatrics, dermatology and venereology, internal medicine, nutrition, pulmonology, as well as circumcision services for children.
The availability of these services enabled residents to access medical examinations and specialist consultations more conveniently without having to travel to the mainland. This initiative represents an effort to bring healthcare services closer to island communities and address geographical barriers to healthcare access.
The Vice Dean I of the Faculty of Medicine at UNISMUH, Dr. dr. A. Weri Sompa, Sp.N(K), who attended the program, expressed his appreciation for the initiative undertaken by BEM-FK UNISMUH.
“This is an extraordinary initiative. In a way, the students have brought a hospital to this island. It is an excellent idea, and I hope that this initiative can continue to be implemented sustainably.”
Similar appreciation was expressed by the Head of the local Community Health Center (Puskesmas). According to the official, the program provided greater convenience for the residents of Kodingareng Lompo in accessing healthcare services, particularly examinations and consultations with specialist doctors.
“We are very grateful to BEM-FK UNISMUH for providing such valuable healthcare services to the community. The presence of specialist doctors on the island is certainly very helpful, considering that residents normally have to travel by sea and go through administrative procedures to access similar services. We hope that programs like this can continue and reach other communities as well.”
Meanwhile, the Chairperson of BEM-FK UNISMUH, Aditia Sawar, stated that the initiative was part of the students’ efforts to make a direct contribution to the community.
“This program represents our commitment as students to contributing meaningfully to society. We want our knowledge and role as medical students to extend beyond the university campus and provide direct benefits to the people of Kodingareng Island.”
On the second day, the program continued with an environmental and beach clean-up activity involving both students and local residents. The activity aimed to raise awareness of the importance of maintaining a clean environment as an essential component of community health.
The community service program on Kodingareng Lompo Island represents BEM-FK UNISMUH’s effort to bring healthcare services, health education, and environmental awareness directly to the community. At the same time, the initiative provided students with an opportunity to apply the knowledge and skills acquired through their education in a real-world community setting.
The “miniature hospital” concept demonstrated on Kodingareng Lompo Island highlights that geographical limitations should not become a barrier to accessing health education and healthcare services. Through collaboration among medical students, specialist doctors, healthcare professionals, and community members, the initiative is expected to contribute to expanding healthcare access and strengthening health awareness among island communities.
For BEM-FK UNISMUH, community service is not merely about delivering healthcare services through a single program. It is also a manifestation of the students’ responsibility to apply their knowledge and skills for the benefit of society.
From the classroom to the community, BEM-FK UNISMUH continues to bring knowledge closer to the people—bringing healthcare within reach, expanding health education, and fostering greater awareness of community health.
________________________________________________________________________________________
BEM-FK UNISMUH Hadirkan Miniatur Rumah Sakit dalam Pengabdian di Pulau Kodingareng Lompo
Makassar, 5 September 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (BEM-FK UNISMUH) menghadirkan konsep pengabdian masyarakat melalui pelayanan kesehatan terintegrasi di Pulau Kodingareng Lompo, Kota Makassar, pada 4–5 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung konsep “miniatur rumah sakit” dengan menghadirkan beragam layanan kesehatan dan dokter spesialis secara langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen BEM-FK UNISMUH untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat kepulauan yang menghadapi tantangan geografis dalam memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan. Selain memberikan edukasi kesehatan, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah dokter spesialis untuk memberikan pemeriksaan dan konsultasi secara langsung kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh jajaran Fakultas Kedokteran UNISMUH, tenaga kesehatan, mahasiswa, serta masyarakat Pulau Kodingareng Lompo. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan yang disampaikan secara langsung oleh dokter dan tenaga ahli sesuai bidangnya.
Materi yang diberikan mencakup dekompresi, kesehatan reproduksi perempuan, malnutrisi, kesehatan dan kebersihan lingkungan, serta penyakit kulit, khususnya dermatitis. Penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai permasalahan kesehatan sekaligus mendorong penerapan upaya pencegahan penyakit dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) bagi masyarakat. Masyarakat yang memiliki keluhan atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut kemudian diarahkan untuk memperoleh konsultasi dengan dokter spesialis sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Melalui konsep “miniatur rumah sakit”, BEM-FK UNISMUH menghadirkan berbagai layanan kesehatan dalam satu rangkaian kegiatan. Layanan tersebut meliputi poli obstetri dan ginekologi (kandungan), THT, saraf, anak, kulit dan kelamin, penyakit dalam, gizi, paru, serta sirkumsisi bagi anak.
Kehadiran berbagai layanan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis secara lebih mudah tanpa harus melakukan perjalanan ke daratan utama. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat kepulauan.
Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran UNISMUH, Dr. dr. A. Weri Sompa, Sp.N(K), yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh BEM-FK UNISMUH.
“Kegiatan ini sangat luar biasa. Adik-adik BEM secara tidak langsung telah membawa rumah sakit ke pulau ini. Ini merupakan gagasan yang sangat baik dan semoga dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.”
Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala Puskesmas setempat. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat Pulau Kodingareng dalam memperoleh pelayanan kesehatan, khususnya pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter spesialis.
“Kami sangat berterima kasih kepada BEM-FK UNISMUH karena telah menghadirkan pelayanan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kehadiran dokter spesialis di pulau ini tentu sangat membantu, mengingat masyarakat harus menempuh perjalanan laut dan melalui proses administrasi untuk mendapatkan pelayanan serupa. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan menjangkau wilayah lainnya.”
Sementara itu, Ketua BEM-FK UNISMUH, Aditia Sawar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kebermanfaatan kami sebagai mahasiswa. Kami ingin ilmu dan peran kami tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga dapat hadir dan memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat Pulau Kodingareng.”
Pada hari kedua, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan dan pantai yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu faktor yang mendukung kesehatan.
Pengabdian di Pulau Kodingareng Lompo menjadi upaya BEM-FK UNISMUH untuk menghadirkan pelayanan kesehatan, edukasi, serta kepedulian terhadap lingkungan secara langsung di tengah masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama proses pendidikan dan mengembalikannya dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Konsep “miniatur rumah sakit” yang dihadirkan di Pulau Kodingareng menunjukkan bahwa keterbatasan geografis tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh edukasi dan pelayanan kesehatan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dokter spesialis, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas akses serta meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat kepulauan.
Bagi BEM-FK UNISMUH, pengabdian bukan sekadar menghadirkan pelayanan dalam satu kegiatan, tetapi juga menjadi wujud tanggung jawab mahasiswa untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang dimiliki bagi kepentingan masyarakat.
Dari ruang pendidikan menuju ruang pengabdian, BEM-FK UNISMUH berupaya menghadirkan ilmu yang lebih dekat dengan masyarakat—mendekatkan pelayanan, memperluas edukasi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan.alth literacy and awareness among communities living in geographically isolated island areas.