Field Evaluation Concluded, Three Specialist Programs at FMHS Unismuh Makassar One Step Closer to Establishment Decree
Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), through the Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS), conducted a field evaluation of three Specialist Medical Education Programs (Program Pendidikan Dokter Spesialis/PPDS), namely Anesthesiology and Intensive Therapy, Surgery, and Dermatology and Venereology. The activity was carried out on Wednesday, January 7, 2026, as a strategic stage in the licensing process for the implementation of specialist medical education.
The field evaluation involved a national team of assessors consisting of Dr. dr. Reza Widianto Sujud, Sp.An-TI., Subsp.An.Kv(K)., Subsp.TI.(K)., M.Kes.; Dr. dr. Nasruddin Andi Mappaware, Sp.OG(K)., MARS., M.Sc., FISQua., AIFO-K.; and Prof. Dr. dr. Hendra Gunawan, Sp.DVE., Subsp.D.T., Ph.D., FINSDV., FAADV. The assessors conducted a comprehensive assessment covering curriculum design, human resources, clinical training facilities, infrastructure, as well as academic governance and quality assurance systems.

The Rector of Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abdul Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., stated that the field evaluation reflects the university’s commitment to expanding its contribution to specialist medical education.
“The development of specialist medical programs is a strategic initiative of Unismuh Makassar to respond to national needs, particularly in Eastern Indonesia. We are committed to maintaining academic quality, professional ethics, and the sustainability of medical education,” he stated.
The Dean of FMHS Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K)., emphasized that the entire FMHS academic community had prepared thoroughly and collaboratively for the evaluation process.
“We view this field evaluation not merely as an administrative assessment, but as a reflective process to strengthen the clinical education system, with a strong orientation toward quality and patient safety,” she explained.
At the closing session of the field evaluation, the assessor for Anesthesiology and Intensive Therapy, Dr. dr. Reza Widianto Sujud, expressed appreciation for the readiness of the institution and the evaluated programs.
“Based on the results of the field evaluation, we observed well-structured educational planning, adequate clinical facilities, and strong commitment from the university and faculty leadership. Overall, the program demonstrates a very positive level of readiness,” he stated during the closing session.
The assessor for the Surgery program, Dr. dr. Nasruddin Andi Mappaware, also noted during the closing session that the academic governance and quality assurance systems were progressing in the right direction.
“We observed a strong institutional commitment to building a culture of quality in specialist medical education, encompassing curriculum development, faculty resources, and clinical training sites. The findings identified are primarily related to refinement rather than fundamental issues,” he remarked.
Meanwhile, the assessor for Dermatology and Venereology, Prof. Dr. dr. Hendra Gunawan, conveyed positive views regarding the development of human resources and academic networks at FMHS Unismuh Makassar.
“This program has significant potential to grow, both in clinical services and research. With several minor adjustments, the program is generally suitable and highly likely to be recommended,” he stated at the conclusion of the evaluation.
The entire field evaluation process was conducted in a conducive academic atmosphere, characterized by open dialogue, data clarification, and direct inspection of educational facilities and clinical service units. The university and faculty welcomed all recommendations provided by the assessors as part of a continuous quality improvement effort.
With the completion of the field evaluation and the generally positive assessment outcomes, FMHS Unismuh Makassar is optimistic that the three Specialist Medical Education Programs will obtain the Decree of Establishment of Study Programs. The establishment of these programs is expected to further strengthen Unismuh Makassar’s contribution to improving the quality of healthcare services and medical education at the national level.

Evaluasi Lapangan Rampung, Tiga Prodi Spesialis FKIK Unismuh Makassar Selangkah Menuju SK Pendirian
Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) melalui Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) melaksanakan evaluasi lapangan terhadap tiga Program Studi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yakni Anestesiologi dan Terapi Intensif, Bedah, serta Dermatologi dan Venereologi. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026, sebagai bagian dari tahapan strategis dalam proses perizinan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.
Evaluasi lapangan tersebut menghadirkan tim asesor nasional yang terdiri atas Dr. dr. Reza Widianto Sujud, Sp.An-TI., Subsp.An.Kv(K)., Subsp.TI.(K)., M.Kes., Dr. dr. Nasruddin Andi Mappaware, Sp.OG(K)., MARS., M.Sc., FISQua., AIFO-K., serta Prof. Dr. dr. Hendra Gunawan, Sp.DVE., Subsp.D.T., Ph.D., FINSDV., FAADV. Tim asesor melakukan penilaian menyeluruh terhadap aspek kurikulum, sumber daya manusia, wahana pendidikan klinik, sarana prasarana, serta tata kelola akademik.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abdul Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., menyampaikan bahwa evaluasi lapangan ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperluas kontribusi di bidang pendidikan kedokteran spesialis.
“Pengembangan program dokter spesialis merupakan langkah strategis Unismuh Makassar dalam menjawab kebutuhan nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia. Kami berkomitmen menjaga mutu, etika profesi, dan keberlanjutan pendidikan,” ujarnya.
Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K)., menegaskan bahwa seluruh civitas akademika FKIK telah mempersiapkan evaluasi ini secara matang dan kolaboratif.
“Kami memandang evaluasi lapangan ini bukan sekadar penilaian administratif, tetapi sebagai proses refleksi dan penguatan sistem pendidikan klinik yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien,” katanya.
Pada penutupan evaluasi lapangan, asesor Anestesiologi dan Terapi Intensif, Dr. dr. Reza Widianto Sujud, menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan institusi dan program studi yang dinilai.
“Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, kami melihat perencanaan pendidikan yang baik, dukungan fasilitas klinik yang memadai, serta komitmen kuat dari pimpinan universitas dan fakultas. Secara umum, program ini menunjukkan kesiapan yang sangat positif,” ungkapnya saat penutupan.
Asesor bidang Bedah, Dr. dr. Nasruddin Andi Mappaware, dalam sesi penutupan juga menilai bahwa sistem tata kelola akademik dan penjaminan mutu telah berjalan ke arah yang tepat.
“Kami mencermati adanya keseriusan institusi dalam membangun budaya mutu pendidikan spesialis, mulai dari kurikulum, dosen, hingga wahana pendidikan klinik. Temuan yang ada lebih bersifat penyempurnaan dan tidak mendasar,” ujarnya.
Sementara itu, asesor Dermatologi dan Venereologi, Prof. Dr. dr. Hendra Gunawan, menyampaikan pandangan positif terkait pengembangan sumber daya manusia dan jejaring akademik yang dimiliki FKIK Unismuh Makassar.
“Program ini memiliki potensi besar untuk berkembang, baik dalam layanan klinik maupun riset. Dengan beberapa penyesuaian minor, secara umum program ini layak untuk direkomendasikan,” katanya dalam penutupan evaluasi.
Seluruh rangkaian evaluasi lapangan berlangsung dalam suasana akademik yang kondusif, ditandai dengan dialog terbuka, klarifikasi data, serta peninjauan langsung terhadap fasilitas pendidikan dan layanan klinik. Pihak universitas dan fakultas menerima seluruh masukan asesor sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.
Dengan selesainya evaluasi lapangan dan hasil penilaian yang menunjukkan kecenderungan positif, FKIK Unismuh Makassar optimistis ketiga Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis tersebut dapat memperoleh SK Pendirian Program Studi. Kehadiran program ini diharapkan memperkuat kontribusi Unismuh Makassar dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran nasional.
