FMHS Unismuh Makassar Shares Expertise in Emergency Care and Disaster Management at Yala Rajabhat University, Thailand
MAKASSAR – The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS), Universitas Muhammadiyah Makassar, continues to strengthen its international academic engagement through a Guest Lecture program held at Yala Rajabhat University, Thailand. The event featured two FMHS lecturers, Dr. Dzar Fadly and Dr. Rolly Riksanto, who delivered lectures on Basic Life Support (BLS), Choking Management, and Disaster Management.
Attended by students from various academic disciplines, the program served as an academic platform for knowledge exchange and capacity building in emergency medicine and disaster preparedness. Through this initiative, FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar not only showcased its academic excellence on the international stage but also contributed to enhancing students’ competencies in responding to emergency and disaster-related situations.
During his session, Dr. Dzar Fadly emphasized the importance of Basic Life Support as a fundamental life-saving skill that should be possessed by every individual. His presentation covered the recognition of cardiac arrest, initial victim assessment, activation of emergency response systems, and the application of Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) techniques based on current international standards. Particular emphasis was placed on the critical role of timely and appropriate intervention during the first few minutes of a life-threatening emergency.
Dr. Rolly Riksanto delivered lectures on Choking Management and Disaster Management. In the choking management session, participants were introduced to the signs and symptoms of airway obstruction, distinctions between mild and severe choking, and effective first-aid interventions, including back blows and abdominal thrusts (Heimlich maneuver). The session attracted considerable interest due to its practical relevance to everyday situations in both educational and community settings.
The Disaster Management session provided students with a comprehensive understanding of the disaster management cycle, encompassing mitigation, preparedness, emergency response, and post-disaster recovery. The speaker highlighted the strategic role of university students as agents of change in promoting risk awareness and strengthening community resilience against disaster threats.
The lecture sessions were conducted in an interactive format, featuring discussions on emergency response practices and disaster management experiences in both Indonesia and Thailand. Students of Yala Rajabhat University actively participated by raising questions regarding the implementation of Basic Life Support, emergency victim management, and community-based disaster risk reduction strategies.
In addition to the academic presentations, the FMHS delegation introduced Universitas Muhammadiyah Makassar to the participants. Information regarding academic programs, educational facilities, laboratories, scholarship opportunities, international programs, and student activities was presented as part of efforts to expand global academic networks and foster future collaboration opportunities.
This initiative reflects FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar’s commitment to advancing the university’s internationalization agenda while strengthening academic partnerships with higher education institutions across Southeast Asia. Through cross-border exchange of knowledge and expertise, the program is expected to facilitate sustainable collaboration in education, research, community engagement, and faculty and student mobility.
The Dean of FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar expressed appreciation for the successful implementation of the program and conveyed hope that the established partnership would continue to develop into broader academic collaborations that generate meaningful benefits for both institutions and the wider academic community.
_____________________________________________________________________
FKIK Unismuh Makassar Berbagi Keilmuan Kegawatdaruratan dan Manajemen Bencana di Yala Rajabhat University, Thailand
MAKASSAR – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Guest Lecture di Yala Rajabhat University, Thailand. Kegiatan ini menghadirkan dua dosen FKIK Unismuh Makassar, dr. Dzar Fadly dan dr. Rolly Riksanto, sebagai narasumber yang membawakan materi mengenai Basic Life Support (BLS), Choking Management, dan Disaster Management.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tersebut menjadi forum akademik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang kegawatdaruratan medis serta manajemen bencana. Melalui kegiatan ini, FKIK Unismuh Makassar tidak hanya memperkenalkan kapasitas akademiknya di tingkat internasional, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi situasi darurat dan kebencanaan.
Dalam sesi pemaparannya, dr. Dzar Fadly menjelaskan pentingnya penguasaan Basic Life Support sebagai kompetensi dasar yang perlu dimiliki oleh setiap individu. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi henti jantung, penilaian awal korban, aktivasi sistem kegawatdaruratan, serta penerapan teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP) berdasarkan standar praktik terkini. Penekanan diberikan pada pentingnya respons cepat dan tepat selama periode kritis awal untuk meningkatkan peluang keselamatan korban.
Sementara itu, dr. Rolly Riksanto membawakan materi mengenai penanganan tersedak (choking management) dan manajemen bencana (disaster management). Pada sesi penanganan tersedak, peserta memperoleh pemahaman mengenai tanda dan gejala sumbatan jalan napas, klasifikasi tersedak ringan dan berat, serta langkah-langkah pertolongan pertama yang efektif melalui teknik back blows dan abdominal thrusts (Heimlich maneuver). Materi ini mendapat perhatian besar dari peserta karena relevansinya dengan situasi yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari maupun lingkungan pendidikan.
Pada sesi Disaster Management, mahasiswa diperkenalkan pada konsep siklus penanggulangan bencana yang meliputi mitigasi, kesiapsiagaan, respons darurat, dan rehabilitasi pascabencana. Narasumber menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun budaya sadar risiko dan meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap berbagai ancaman bencana.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang membahas pengalaman penanganan kegawatdaruratan dan kebencanaan di Indonesia maupun Thailand. Mahasiswa Yala Rajabhat University menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi bantuan hidup dasar, penanganan korban dalam kondisi darurat, serta strategi pengurangan risiko bencana berbasis komunitas.
Selain penyampaian materi akademik, tim FKIK Unismuh Makassar juga memperkenalkan profil Universitas Muhammadiyah Makassar kepada peserta. Informasi mengenai program studi, fasilitas pendidikan, laboratorium, program internasional, peluang beasiswa, serta berbagai aktivitas kemahasiswaan disampaikan sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring akademik global dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen FKIK Unismuh Makassar dalam mendukung agenda internasionalisasi universitas sekaligus memperkuat kemitraan akademik dengan institusi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman lintas negara, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta mobilitas mahasiswa dan dosen.
Dekan FKIK Unismuh Makassar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap kerja sama yang telah terbangun dapat terus berkembang menjadi berbagai program akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi dan komunitas akademik yang lebih luas.