FMHS Unismuh Makassar Strengthens the Quality of Clinical Practice Through Clinical Skill Lab Instructor Training
Makassar — The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS), Universitas Muhammadiyah Makassar, continues to demonstrate its commitment to enhancing the quality of medical and dental education. One such effort is the Clinical Skill Lab (CSL) Instructor Training for the Dental Medicine Study Program and the Dental Profession Program, held in January 2026.
This activity was designed as a strategic initiative to strengthen instructors’ competencies in guiding students, particularly in clinical skills that require precision, adherence to standard procedures, and patient safety. The training constitutes an essential component in preparing professional graduates who are ready to compete in the healthcare service sector.
During the program, participants received comprehensive instruction on skills-based learning methodologies, current clinical practice standards, and simulations on the use of clinical skill lab facilities. This approach is expected to create a more applied learning environment aligned with the demands of professional practice.
The Dean of FMHS Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K), emphasized that instructor quality is a key determinant of success in clinical education. “Competent and standardized instructors play a crucial role in determining the quality of graduates. Through this training, we aim to ensure that the clinical learning process is conducted optimally and oriented toward quality,” she stated.
According to her, the training does not solely focus on enhancing technical skills but also on strengthening ethics, communication, and instructor professionalism. This is essential so that students are not only clinically proficient but also possess attitudes and values consistent with the healthcare profession.
The Clinical Skill Lab Instructor Training is also aligned with FMHS Unismuh Makassar’s efforts to adapt its curriculum to developments in science and technology in dental medicine. With well-trained instructors, the transfer of knowledge and skills to students can be carried out more effectively and systematically.
Furthermore, the program serves as a collaborative platform for lecturers and instructors to share experiences and to harmonize perspectives regarding clinical learning standards. Discussions and hands-on practice during the training are expected to foster innovation in teaching methods within the skill lab environment.
Looking ahead, FMHS Unismuh Makassar is committed to organizing similar training programs on a sustainable basis. This initiative is expected to further strengthen the institution’s reputation as a center of excellence in health education that is competitive and oriented toward the quality of service to the community.
______________________________________________________________________________
FKIK Unismuh Makassar Perkuat Mutu Praktik Klinik Lewat Pelatihan Instruktur Clinical Skill Lab
Makassar — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi. Salah satunya melalui Pelatihan Instruktur Clinical Skill Lab (CSL) bagi Program Studi Kedokteran Gigi dan Profesi Dokter Gigi yang digelar pada Januari 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kompetensi para instruktur dalam membimbing mahasiswa, khususnya pada aspek keterampilan klinik yang menuntut ketelitian, standar prosedur, dan keselamatan pasien. Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang profesional dan siap bersaing di dunia pelayanan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pembekalan terkait metode pembelajaran berbasis keterampilan, standar praktik klinik terkini, serta simulasi penggunaan fasilitas clinical skill lab. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan dunia profesi.
Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K), menegaskan bahwa kualitas instruktur merupakan kunci utama dalam keberhasilan pendidikan klinik. “Instruktur yang kompeten dan terstandar akan sangat menentukan kualitas lulusan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa proses pembelajaran klinik berjalan optimal dan berorientasi pada mutu,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada penguatan etika, komunikasi, dan profesionalisme instruktur. Hal tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya terampil secara klinis, tetapi juga memiliki sikap dan nilai yang sesuai dengan profesi kesehatan.
Pelatihan Instruktur Clinical Skill Lab ini juga sejalan dengan upaya FKIK Unismuh Makassar dalam menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi. Dengan instruktur yang terlatih, proses transfer ilmu dan keterampilan kepada mahasiswa dapat berlangsung lebih efektif dan terukur.
Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antar dosen dan instruktur dalam berbagi pengalaman serta menyamakan persepsi terkait standar pembelajaran klinik. Diskusi dan praktik langsung selama pelatihan diharapkan melahirkan inovasi dalam metode pengajaran di lingkungan skill lab.
Ke depan, FKIK Unismuh Makassar berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan serupa secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat reputasi institusi sebagai pusat pendidikan kesehatan yang unggul, berdaya saing, dan berorientasi pada kualitas layanan kepada masyarakat.
