Supervision and Discussion of the Operational Cooperation Agreement for the Specialist Medical Education Program between FMHS Unismuh Makassar and Pelamonia Hospital
September 28, 2026 Comments Off on Supervision and Discussion of the Operational Cooperation Agreement for the Specialist Medical Education Program between FMHS Unismuh Makassar and Pelamonia Hospital collaboration,news media-fkik.id

Makassar — The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS) of Universitas Muhammadiyah Makassar conducted a Supervision and Discussion Meeting on the Operational Cooperation Agreement (KSO) for the Specialist Medical Education Program (PPDS) for the 2026/2027 Academic Year in collaboration with TK. II 14.05.01 Pelamonia Hospital, Makassar, on Monday, September 28, 2026. The meeting, held in the Second-Floor Meeting Room at 10:00 a.m. Central Indonesia Time (WITA), was part of the institutions’ efforts to strengthen coordination in the implementation of specialist medical education.

The meeting was attended by representatives of TK. II 14.05.01 Pelamonia Hospital, including the Head of the Health Office of Kodam XIV/Hasanuddin (Kakesdam XIV/Hsn), Colonel Ckm Dr. Nugraha Witjaksana, Sp.M; Deputy Director of the Hospital, Lieutenant Colonel Ckm Drg. Hengky Yudhana, Sp.KG; Head of Legal Affairs, Lieutenant Colonel Ckm Hasamuddin, Amd.Ft., SKM; Head of Health Services, Major Ckm Dr. Yun, Sp.OT; Head of Administrative Affairs, Major Ckm Musmuliadi; Head of the Medical Education Coordinating Committee (Komkordik), Captain Ckm Drg. Satriyo, Sp.BM; Deputy Head of Komkordik, Dr. Disman; and Secretary of Komkordik, Sulis Nurhalisa.

Representing Universitas Muhammadiyah Makassar’s FMHS were the Dean, Prof. Dr. Dr. Suryani As’ad, MSc., Sp.GK, Subsp.KM; Vice Dean II, Dr. Irwan Ashari, M.Med.Ed., AIFO-K, FIHFAA; Vice Dean III, Dr. Asdar, Sp.B; and Head of the Emergency Medicine Specialist Medical Education Program, Dr. Corona Rintawan, Sp.EM, Subsp.KB(K), FICEP, CHMEE, CHCEE. The delegation also included Secretary of Emergency Medicine, Dr. St. Nuchaliza Damayanti Pratiwi, M.Kes; representative of the Surgery Specialist Program, Dr. Devi, Sp.B; Secretary of the Cooperation Division, Dr. Dzar Fadli Elfurqan; and representative of the FMHS Cooperation Division, Ayu Lestari, M.Biomed.

The supervision and discussion of the KSO served as a forum for strengthening coordination between FMHS Unismuh Makassar and TK. II 14.05.01 Pelamonia Hospital in supporting the implementation of specialist medical education. The discussion addressed various aspects of operational cooperation related to the delivery of specialist medical education, including institutional coordination and the hospital’s role in supporting clinical education as part of the learning environment for Specialist Medical Education Program (PPDS) trainees.

Through the meeting, both institutions also sought to establish a shared understanding of the implementation of the KSO for the 2026/2027 Academic Year. Collaboration between higher education institutions and teaching hospitals plays an important role in ensuring that clinical learning is implemented in a well-coordinated manner while supporting the development of PPDS trainees’ competencies in accordance with healthcare needs and applicable educational standards.

The coordinated cooperation between the two institutions is expected to provide a strong foundation for the continued development of specialist medical education, while contributing to the enhancement of educational quality and healthcare services within the clinical education environment.

_______________________________________________________________________

Supervisi dan Pembahasan KSO PPDS FKIK Unismuh Makassar dan RS Pelamonia

Makassar — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan kegiatan Supervisi dan Pembahasan Kerja Sama Operasional (KSO) Khusus Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Tahun Akademik 2026/2027 bersama Rumah Sakit TK. II 14.05.01 Pelamonia Makassar, Senin (28/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 tersebut dimulai pukul 10.00 WITA dan menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Rumah Sakit TK. II 14.05.01 Pelamonia Makassar, di antaranya Kepala Kesehatan Kodam XIV/Hasanuddin (Kakesdam XIV/Hsn) Kolonel Ckm dr. Nugraha Witjaksana, Sp.M, Wakil Kepala Rumah Sakit Letkol Ckm drg. Hengky Yudhana, Sp.KG, Kabidku Letkol Ckm Hasamuddin, Amd.Ft, SKM, Kabidyankes Mayor Ckm dr. Yun, Sp.OT, Kasituud Mayor Ckm Musmuliadi, Kepala Komkordik Kapten Ckm drg. Satriyo, Sp.BM, Wakil Komkordik dr. Disman, serta Sekretaris Komkordik Sulis Nurhalisa.

Dari FKIK Universitas Muhammadiyah Makassar, delegasi dipimpin oleh Dekan Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, MSc., Sp.GK, Subsp.KM, bersama Wakil Dekan II dr. Irwan Ashari, M.Med.Ed., AIFO-K, FIHFAA, Wakil Dekan III dr. Asdar, Sp.B, serta KPS Kedokteran Emergensi dr. Corona Rintawan, Sp.EM, Subsp.KB(K), FICEP, CHMEE, CHCEE. Turut hadir Sekretaris Kedokteran Emergensi dr. St. Nuchaliza Damayanti Pratiwi, M.Kes, perwakilan PPDS Bedah dr. Devi, Sp.B, Sekretaris Bagian Kerja Sama dr. Dzar Fadli Elfurqan, dan Bagian Kerja Sama FKIK Ayu Lestari, M.Biomed.

Supervisi dan pembahasan KSO ini menjadi forum untuk melakukan koordinasi antara FKIK Unismuh Makassar dan RS TK. II 14.05.01 Pelamonia dalam mendukung pelaksanaan pendidikan dokter spesialis. Pembahasan diarahkan pada berbagai aspek kerja sama operasional yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, termasuk koordinasi kelembagaan serta dukungan rumah sakit sebagai salah satu lingkungan pendidikan klinis bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis.

Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak juga membangun kesamaan pemahaman mengenai pelaksanaan KSO pada Tahun Akademik 2026/2027. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan menjadi bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran klinis dapat berjalan secara terkoordinasi, sekaligus mendukung pengembangan kompetensi peserta PPDS sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan dan standar pendidikan yang berlaku. Kerja sama yang terkoordinasi antara kedua institusi menjadi landasan dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dokter spesialis serta peningkatan mutu pembelajaran dan pelayanan kesehatan di lingkungan pendidikan klinis.