PBL Workshop at the Dentistry Education Program of Unismuh Makassar FMHS Promotes Improvements in Learning Quality
MAKASSAR — The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS), Universitas Muhammadiyah Makassar, through its Dentistry Education Program, held a Problem-Based Learning (PBL) Workshop on Friday, November 6, 2026. The event, which took place in the Meeting Room on the second floor of the FMHS building, aimed to enhance lecturers’ competencies in implementing problem-based learning methods, particularly in dental education.
The workshop was organized as part of the faculty’s ongoing efforts to improve the quality of competency-based education. Problem-Based Learning is a student-centered learning approach that uses contextual problems or scenarios as triggers for the learning process.
Through this approach, students are encouraged to develop critical thinking skills, clinical reasoning, self-directed learning, and teamwork through small-group tutorial discussions structured around the Seven Jumps method.
The Vice Dean I of Unismuh Makassar FMHS, Dr. dr. Andi Weri Sompa, M.Kes., Sp.N(K), emphasized that strengthening the implementation of PBL is an important step toward improving the quality of dental education. He noted that successful learning depends not only on the educational materials provided but also on lecturers’ ability to facilitate students in developing critical thinking, analyzing problems, and constructing knowledge independently.

“The implementation of PBL requires lecturers who possess adequate knowledge and skills to serve as effective tutors. Through this workshop, we hope to further improve the quality of the learning process and support the achievement of the expected graduate competencies,” he stated.
Meanwhile, the Head of the Dentistry Education Program at Unismuh Makassar FMHS, drg. St. Maisarah Alwany, MARS, explained that the workshop was part of the program’s efforts to establish a shared understanding among lecturers, particularly early-career lecturers, regarding the philosophy, stages, and implementation of PBL.
She further highlighted that lecturers’ readiness to serve as tutors, along with the availability of standardized learning modules, are two essential factors in ensuring the successful implementation of PBL tutorials.
“Through this workshop, we aim to ensure that all lecturers share a common understanding of the PBL tutorial process, from interpreting learning scenarios and facilitating discussions to conducting assessments. We also expect to develop more standardized PBL modules that are aligned with the learning outcomes of each academic block,” she explained.
The workshop featured two resource persons from the Faculty of Dentistry, Hasanuddin University: drg. Adam Malik Hamudeng, M.Med.Ed., and drg. Andi Anggun Mauliana Putri, MHPE., Sp.PM. Both speakers delivered presentations and provided guidance on the implementation of PBL in dental education.
The program began with participant registration, an opening session, and formal remarks. Participants then attended sessions covering the concepts and philosophy of PBL in dental education, as well as the roles of tutors and assessment procedures in tutorial discussions.
Beyond theoretical presentations, the workshop also incorporated a PBL tutorial simulation using the Seven Jumps method. In the subsequent session, participants took part in hands-on activities with students, providing them with direct practical experience in implementing this learning approach.
________________________________________________________________________________________
Workshop PBL Pendidikan Kedokteran Gigi FKIK Unismuh Makassar Dorong Peningkatan Kualitas Pembelajaran Kedokteran Gigi
MAKASSAR — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar melalui Program Studi Pendidikan Kedokteran Gigi menggelar Workshop Problem Based Learning (PBL) pada Jumat, 6 November 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 FKIK Unismuh Makassar ini bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dalam menerapkan metode pembelajaran berbasis masalah, khususnya dalam pendidikan kedokteran gigi.
Workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas proses pembelajaran berbasis kompetensi. Metode Problem Based Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centered learning) dengan menggunakan masalah atau skenario kontekstual sebagai pemicu proses belajar.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, penalaran klinis (clinical reasoning), belajar mandiri (self-directed learning), serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok melalui diskusi tutorial dengan tahapan seven jumps.
Wakil Dekan I FKIK Unismuh Makassar, Dr. dr. Andi Weri Sompa, M.Kes., Sp.N(K), menyampaikan bahwa penguatan metode pembelajaran PBL merupakan langkah penting dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran gigi. Menurutnya, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh materi yang diberikan, tetapi juga oleh kemampuan dosen dalam memfasilitasi mahasiswa agar mampu berpikir kritis, menganalisis permasalahan, dan membangun pemahaman secara mandiri.
“Penerapan PBL perlu didukung oleh dosen yang memiliki pemahaman dan keterampilan memadai sebagai tutor. Melalui kegiatan ini, kami berharap kualitas proses pembelajaran semakin meningkat sehingga mampu mendukung pencapaian kompetensi lulusan yang diharapkan,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Pendidikan Kedokteran Gigi FKIK Unismuh Makassar, drg. St. Maisarah Alwany, MARS, menjelaskan bahwa workshop ini menjadi salah satu upaya program studi dalam menyamakan pemahaman dosen, khususnya dosen muda, mengenai filosofi, tahapan, dan pelaksanaan PBL.
Ia menambahkan, kesiapan dosen sebagai tutor serta ketersediaan modul pembelajaran yang terstandar merupakan dua aspek penting dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan tutorial PBL.
“Melalui workshop ini, kami ingin memastikan bahwa dosen memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan proses tutorial PBL, mulai dari memahami skenario, memfasilitasi diskusi, hingga melakukan penilaian. Kami juga menargetkan tersusunnya modul PBL yang lebih terstandar dan sesuai dengan capaian pembelajaran setiap blok,” jelasnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, yakni drg. Adam Malik Hamudeng, M.Med.Ed. dan drg. Andi Anggun Mauliana Putri, MHPE., Sp.PM. Keduanya memberikan materi dan pendampingan terkait penerapan PBL dalam pendidikan kedokteran gigi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, dan sambutan resmi. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai konsep dan filosofi PBL dalam pendidikan kedokteran gigi serta peran tutor dan penilaian dalam diskusi tutorial.
Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, workshop ini juga dilengkapi dengan simulasi tutorial PBL menggunakan metode seven jumps. Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti kegiatan hands on bersama mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan metode pembelajaran tersebut.