Strengthening Accreditation Readiness: Unismuh Makassar Aligns Five Study Programs Through a Task Force Meeting
MAKASSAR — The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS), Universitas Muhammadiyah Makassar, held a Task Force Meeting on Establishing a Shared Understanding to strengthen accreditation preparations for five study programs on Saturday, 31 October 2026. The meeting took place on the second floor of the ADIS Building, FMHS Unismuh Makassar, Samata, and was attended by the leadership of all five study programs, along with members of their respective accreditation preparation task forces.
The five study programs involved in the accreditation preparation process are the Master’s Program in Biomedical Sciences, the Specialist Medical Education Program in Anesthesiology and Intensive Care, the Specialist Medical Education Program in Surgery, the Specialist Medical Education Program in Dermatology and Venereology, and the Hospital Administration Study Program.
The meeting was organized as part of the Faculty’s efforts to strengthen each study program’s readiness for the accreditation process while ensuring a shared understanding among all team members regarding accreditation standards, assessment instruments, and supporting documentation required for the evaluation.
The meeting also served as a platform for coordination and evaluation, enabling participants to identify achievements, review document completeness, and ensure that each study program maintains a consistent understanding and strategic direction in meeting higher education quality standards.

The Vice Dean I of FMHS Unismuh Makassar, Dr. dr. Andi Weri Sompa, M.Kes., Sp.N(K), emphasized in his remarks that accreditation preparation requires commitment, collaboration, and a shared understanding among all stakeholders involved.
He further explained that accreditation should not merely be regarded as an administrative documentation process, but also as an opportunity to evaluate and enhance the quality of educational delivery, study program governance, and the implementation of the university’s three pillars of higher education (education, research, and community engagement).
“Accreditation preparation must be a shared responsibility. All team members need to have a common understanding of the assessment standards and indicators to ensure that the documents prepared accurately reflect each study program’s actual conditions and achievements. Our focus should not be limited to administrative completeness; we must also ensure continuous quality improvement and compliance with the established standards,” he stated.
Furthermore, he highlighted the importance of synergy among Faculty leaders, study program management teams, lecturers, administrative staff, and other supporting personnel. Effective coordination and communication, he noted, are essential to ensuring that the preparation process proceeds systematically, remains well-directed, and aligns with established targets.
The participation of all study program leaders and accreditation preparation task force members is expected to strengthen cross-program coordination, clarify the division of responsibilities, and optimize the fulfillment of each accreditation assessment indicator.
Through this shared understanding meeting, FMHS Unismuh Makassar reaffirmed its commitment to continuously improving educational quality, strengthening academic governance, and fostering a sustainable culture of quality assurance. These efforts are aimed at producing competent and professional graduates who can contribute meaningfully to the advancement of scientific knowledge and the delivery of healthcare services.
________________________________________________________________________
Samakan Persepsi, FKIK Unismuh Makassar Perkuat Persiapan Akreditasi Lima Program Studi
MAKASSAR — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Rapat Tim Task Force Persamaan Persepsi dalam rangka persiapan akreditasi lima program studi pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung ADIS Lantai 2 FKIK Unismuh Makassar, Samata, dengan dihadiri seluruh jajaran pimpinan program studi terkait serta tim task force persiapan akreditasi.
Adapun lima program studi yang menjadi fokus persiapan akreditasi tersebut meliputi Program Studi Magister Ilmu Biomedik, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi dan Terapi Intensif, PPDS Ilmu Bedah, PPDS Dermatologi Venereologi, serta Program Studi Administrasi Rumah Sakit.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya fakultas dalam memperkuat kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi, sekaligus menyamakan pemahaman seluruh tim terkait standar, instrumen, serta dokumen pendukung yang menjadi komponen penilaian akreditasi.
Rapat tersebut menjadi ruang koordinasi dan evaluasi bagi seluruh peserta untuk mengidentifikasi capaian, meninjau kelengkapan dokumen, serta memastikan setiap program studi memiliki pemahaman dan arah kerja yang selaras dalam memenuhi standar mutu pendidikan tinggi.
Wakil Dekan I FKIK Unismuh Makassar, Dr. dr. Andi Weri Sompa, M.Kes., Sp.N(K), dalam arahannya menegaskan bahwa persiapan akreditasi membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan kesamaan persepsi dari seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, akreditasi tidak semata-mata dipandang sebagai proses pemenuhan dokumen administratif, tetapi juga sebagai momentum untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola program studi, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Persiapan akreditasi harus menjadi tanggung jawab bersama. Seluruh tim perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap standar dan indikator penilaian, sehingga setiap dokumen yang disiapkan benar-benar menggambarkan kondisi dan capaian program studi. Kita tidak hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi, tetapi juga bagaimana memastikan mutu pendidikan terus meningkat dan memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur pendukung lainnya. Koordinasi dan komunikasi yang efektif dinilai menjadi faktor penting agar proses persiapan berjalan terarah, sistematis, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Kehadiran seluruh jajaran pimpinan program studi dan tim task force dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas program studi, memperjelas pembagian tugas, serta mengoptimalkan pemenuhan setiap indikator penilaian akreditasi.
Melalui rapat persamaan persepsi ini, FKIK Unismuh Makassar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tata kelola akademik, serta membangun budaya mutu yang berkelanjutan guna menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pelayanan kesehatan.