FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar Promotes Research Commercialisation through Strategic Seminar with Indonesia’s National Agency of Drug and Food Control
July 14, 2026 Comments Off on FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar Promotes Research Commercialisation through Strategic Seminar with Indonesia’s National Agency of Drug and Food Control news media-fkik.id

MAKASSAR – The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS), Universitas Muhammadiyah Makassar, in collaboration with the National Agency of Drug and Food Control of the Republic of Indonesia (BPOM RI), organised a seminar entitled “Commercialisation of Faculty Research in Pharmaceuticals, Herbal Products, Cosmetics, and Food: Strategies for Developing Market-Ready Innovations that Comply with BPOM Regulatory Standards” on Tuesday, 14 July 2026, at the FMHS Lecture Hall, Universitas Muhammadiyah Makassar.

The seminar formed part of FMHS’s ongoing commitment to advancing research commercialisation by ensuring that faculty research extends beyond scholarly publications to generate innovative products with added value, competitive potential, and full compliance with national regulatory standards.

The event was attended by the Dean of FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K)., Subsp.KM(K), and featured Prof. Dr. dr. A. Armyn Nurdin, M.Sc., Sp.KKLP, Senior Expert for Higher Education Collaboration at BPOM RI, as the keynote speaker.

In her opening remarks, Prof. Suryani emphasised that higher education institutions have a responsibility not only to produce high-quality research but also to ensure that research outcomes generate tangible benefits for society through innovation and commercialisation.

“Faculty research should not end as reports or academic publications alone. Through our collaboration with BPOM RI, we aim to encourage the development of innovations that deliver meaningful societal benefits, comply with safety and regulatory requirements, and have the potential to be transformed into products that can serve the public. This represents one of the tangible contributions of higher education institutions to strengthening the national health sector and fostering innovation-driven self-reliance,” she stated.

She further explained that FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar is committed to building a research ecosystem that extends beyond academic outputs by responding to the needs of industry and society. Consequently, a comprehensive understanding of regulatory requirements, quality assurance, and the commercialisation process has become an essential competency for researchers.

Throughout the seminar, participants gained valuable insights into the stages of research commercialisation, strategies for developing research-based products, and the regulatory requirements that pharmaceutical, herbal, cosmetic, and food products must satisfy to meet BPOM standards for safety, quality, and regulatory compliance prior to market introduction.

Through this collaboration between FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar and BPOM RI, the faculty aspires to accelerate the translation of research outcomes into innovative products that contribute meaningfully to improving public health while strengthening the competitiveness of research-based innovations in Indonesia.

___________________________________________________________________________

Dorong Hilirisasi Riset Dosen, FKIK Unismuh Makassar Hadirkan BPOM RI dalam Seminar Strategis

MAKASSAR – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menyelenggarakan seminar bertajuk “Hilirisasi Hasil Penelitian Dosen di Bidang Obat, Herbal, Kosmetik, dan Makanan: Strategi Menuju Inovasi yang Siap Dikomersialisasikan dan Memenuhi Standar Regulatori BPOM” pada Selasa, 14 Juli 2026, di Ruang Kuliah Lantai 3 FKIK Unismuh Makassar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FKIK Unismuh Makassar dalam mendorong pemanfaatan hasil penelitian dosen agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu dikembangkan menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah, berdaya saing, dan memenuhi standar regulasi nasional.

Seminar dihadiri oleh Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K)., Subsp.KM(K), serta menghadirkan narasumber Prof. Dr. dr. A. Armyn Nurdin, M.Sc., Sp.KKLP, Senior Expert Bidang Kerja Sama Perguruan Tinggi BPOM RI.

Dalam sambutannya, Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K)., Subsp.KM(K), menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan penelitian yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui proses hilirisasi dan inovasi.

“Hasil penelitian dosen tidak boleh berhenti sebagai laporan atau publikasi ilmiah semata. Melalui kolaborasi dengan BPOM RI, kami ingin mendorong lahirnya inovasi yang memiliki nilai manfaat, memenuhi aspek keamanan dan regulasi, serta berpeluang dikembangkan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Inilah salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan dan kemandirian inovasi nasional,” ujar Prof. Suryani.

Ia menambahkan bahwa FKIK Unismuh Makassar terus berupaya membangun ekosistem riset yang tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman mengenai aspek regulasi, standar mutu, serta proses komersialisasi menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki para peneliti.

Sementara itu, melalui seminar ini peserta memperoleh pemahaman mengenai tahapan hilirisasi hasil penelitian, strategi pengembangan produk berbasis riset, serta berbagai persyaratan yang harus dipenuhi agar produk di bidang obat, herbal, kosmetik, dan pangan dapat memenuhi standar keamanan, mutu, dan regulasi BPOM RI sebelum dipasarkan.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan BPOM RI, FKIK Universitas Muhammadiyah Makassar berharap semakin banyak hasil penelitian dosen yang mampu berkembang menjadi inovasi unggulan yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk berbasis riset Indonesia.