Responding to the NTT Earthquake, FMHS Unismuh Emergency Medicine Residency Program and MDMC South Sulawesi Deploy Humanitarian Team to Disaster-Affected Areas
August 20, 2026 Comments Off on Responding to the NTT Earthquake, FMHS Unismuh Emergency Medicine Residency Program and MDMC South Sulawesi Deploy Humanitarian Team to Disaster-Affected Areas news media-fkik.id

MAKASSAR – The Emergency Medicine Residency Program of the Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), in collaboration with the Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) of South Sulawesi, has formed a multidisciplinary team to be deployed to areas affected by the earthquake in East Nusa Tenggara (NTT). The team will take part in humanitarian response efforts and assist communities affected by the disaster across the Flores region.

A magnitude 7.7 earthquake struck Flores, East Nusa Tenggara, on Saturday, August 15, 2026, at approximately 4:58 a.m. Western Indonesia Time (WIB). The epicentral area was located near Nagekeo, and the earthquake initially prompted a tsunami warning. The disaster caused damage across several areas and resulted in fatalities, particularly in Manggarai, East Manggarai, Sikka, Ende, Nagekeo, and other parts of Flores.

According to the latest update from Indonesia’s National Disaster Management Agency (BNPB) as of Wednesday, August 19, 2026, the death toll from the earthquake had reached 71. Government authorities, together with disaster management and humanitarian organizations, continue to carry out emergency response operations, including evacuation, healthcare services, the provision of essential supplies for displaced communities, and the distribution of humanitarian assistance to affected populations.

Continued vigilance remains essential in the affected areas due to the high level of aftershock activity. Indonesia’s Agency for Meteorology, Climatology, and Geophysics (BMKG) has recorded thousands of aftershocks following the main earthquake. These continuing seismic events remain an important consideration in disaster response operations, particularly in safeguarding both affected communities and humanitarian personnel working in the field.

In response to the situation, the FMHS Unismuh Emergency Medicine Residency Program and MDMC South Sulawesi have prepared a multidisciplinary team comprising physicians, healthcare professionals, and supporting personnel. This interprofessional deployment is expected to strengthen healthcare delivery and support a range of emergency response needs in the disaster-affected areas.

The team consists of Dr. dr. Hisbullah, Sp.An, KIC, KAKV; dr. Netty Nurnaningtias, Sp.EM, M.M.B, FICEP; dr. Gheo Sentra Sumakna Asianto; Muhammad Purqan Nur, S.Kep., M.Kes., MTDP; Muhammad Arifullah Tuwo, S.Kep., Ns.; Nurhani, S.Keb.; Muh. Qowi Abid M., A.Md.Farm.; Akmal Bantun; and M. Rafi Hafidz M.

The participation of the FMHS Unismuh Emergency Medicine Residency Program in this humanitarian mission reflects the practical application of emergency medicine beyond hospital and clinical settings, extending to disaster response and the management of medical emergencies in the field. The collaboration with MDMC South Sulawesi also strengthens the synergy between medical education institutions and Muhammadiyah’s disaster management network in delivering timely and coordinated assistance to communities in need.

The FMHS Unismuh Emergency Medicine Residency Program and MDMC South Sulawesi team is expected to contribute to the provision of healthcare services for survivors and support ongoing emergency response efforts throughout its deployment in the affected areas. The mission also represents Muhammadiyah’s humanitarian commitment and solidarity in assisting communities facing the consequences of natural disasters.

___________________________________________________________________________

Respons Gempa NTT, PPDS Emergensi Medisin FKIK Unismuh dan MDMC Sulsel Kirim Tim ke Lokasi Bencana

MAKASSAR – Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Emergensi Medisin Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sulawesi Selatan membentuk tim untuk diterjunkan ke lokasi terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Tim tersebut akan bergabung dalam upaya kemanusiaan dan penanganan masyarakat terdampak bencana di wilayah Flores.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di sekitar wilayah Nagekeo dan sempat memicu peringatan dini tsunami. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan menimbulkan korban jiwa, terutama di kawasan Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, serta daerah lain di sekitar Flores.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu, 19 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut mencapai 71 orang. Pemerintah bersama berbagai unsur kebencanaan dan kemanusiaan masih melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi hingga pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak.

Situasi di wilayah terdampak juga masih membutuhkan kewaspadaan menyusul tingginya aktivitas gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan gempa susulan terjadi setelah gempa utama. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam proses penanganan bencana, termasuk untuk memastikan keselamatan masyarakat maupun tim kemanusiaan yang bertugas di lapangan.

Merespons kondisi tersebut, PPDS Emergensi Medisin FKIK Unismuh bersama MDMC Sulawesi Selatan menyiapkan tim yang terdiri atas tenaga medis, tenaga kesehatan, serta personel pendukung. Keterlibatan lintas profesi ini diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan dan berbagai kebutuhan penanganan kedaruratan di wilayah terdampak.

Tim tersebut terdiri atas Dr. dr. Hisbullah, Sp.An, KIC, KAKV; dr. Netty Nurnaningtias, Sp.EM, M.M.B, FICEP; dr. Gheo Sentra Sumakna Asianto; Muhammad Purqan Nur, S.Kep., M.Kes., MTDP; Muhammad Arifullah Tuwo, S.Kep., Ns.; Nurhani, S.Keb.; Muh. Qowi Abid M., A.Md.Farm.; Akmal Bantun; dan M. Rafi Hafidz M.

Keterlibatan PPDS Emergensi Medisin FKIK Unismuh dalam misi tersebut menjadi bagian dari implementasi keilmuan kedokteran emergensi yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga mencakup respons terhadap situasi bencana dan kondisi kegawatdaruratan di lapangan. Kolaborasi dengan MDMC Sulawesi Selatan sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan kedokteran dan lembaga kebencanaan Muhammadiyah dalam memberikan respons cepat terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Tim PPDS Emergensi Medisin FKIK Unismuh dan MDMC Sulawesi Selatan diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi para penyintas serta membantu proses penanganan darurat selama berada di wilayah terdampak. Kehadiran tim juga menjadi wujud kepedulian dan komitmen kemanusiaan Muhammadiyah dalam membantu masyarakat yang menghadapi situasi bencana.