Integrating Undergraduate and Professional Education, FMHS Unismuh Holds OBE Curriculum Workshop
Makassar — The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS) of Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) held a Workshop on the Integration of the Outcome-Based Education (OBE) Curriculum for the Bachelor of Pharmacy and Professional Pharmacy Programs on September 14–15, 2026. The workshop, held at the FMHS Unismuh Makassar Hall, First Floor, featured Prof. Dr. apt. Tiana Milanda, M.Si. as the keynote speaker.
The workshop formed part of FMHS Unismuh Makassar’s ongoing efforts to strengthen the quality of pharmacy education through the implementation of Outcome-Based Education (OBE). The integration of the curriculum between the Bachelor of Pharmacy Program and the Professional Pharmacy Program is expected to establish greater continuity in the learning process, ensuring that competencies acquired at the undergraduate level provide a strong foundation for students to pursue professional pharmacy education.
The Dean of FMHS Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK., Subsp.KM, emphasized that curriculum development must be carried out continuously by taking into account graduate competency requirements and the evolving needs of the healthcare sector. “A curriculum should not merely fulfill academic documentation requirements; it must genuinely ensure that students acquire competencies that are relevant to professional practice and enable them to contribute meaningfully to society. Through the OBE approach, we seek to make the educational process more focused on clearly defined and measurable learning outcomes,” she stated.
According to Prof. Suryani, integrating undergraduate and professional pharmacy education is also a strategic step toward strengthening educational continuity and ensuring that each stage of learning is clearly interconnected. She expressed her expectation that the workshop would produce an adaptive and relevant curriculum framework capable of supporting continuous improvements in the quality of FMHS Unismuh Makassar graduates. This commitment to maintaining and enhancing educational quality is also reflected in the faculty’s ongoing academic quality improvement initiatives.
Meanwhile, Prof. Dr. apt. Tiana Milanda, M.Si., as the keynote speaker, provided insights into the design and development of an outcome-based curriculum. “An OBE-based curriculum must begin with a clearly defined graduate profile and learning outcomes. These then serve as the foundation for determining the learning process, assessment methods, and evaluation mechanisms necessary to ensure that students genuinely achieve the intended outcomes,” she explained. She further emphasized that curriculum integration should consider the alignment of competencies between the undergraduate and professional levels so that the educational process can be implemented systematically and continuously.
Through this workshop, FMHS Unismuh Makassar is expected to further develop an integrated, relevant, and professionally oriented curriculum for the Bachelor of Pharmacy and Professional Pharmacy Programs. The workshop also serves as an important platform for strengthening a culture of continuous quality improvement within the academic community and ensuring that graduates of the Pharmacy Programs possess the competencies, professionalism, and readiness required to respond effectively to the evolving demands of healthcare practice.
______________________________________________________________________________
Integrasikan Pendidikan Sarjana dan Profesi, FKIK Unismuh Gelar Workshop Kurikulum OBE
Makassar — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Workshop Kurikulum OBE Integrasi Sarjana Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker, Senin–Selasa, 14–15 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 1 FKIK Unismuh Makassar ini menghadirkan Prof. Dr. apt. Tiana Milanda, M.Si. sebagai narasumber.
Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya FKIK Unismuh Makassar dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan Farmasi melalui penerapan Outcome-Based Education (OBE). Integrasi kurikulum antara Program Sarjana Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker diharapkan mampu menciptakan kesinambungan proses pembelajaran, sehingga kompetensi yang diperoleh mahasiswa pada jenjang sarjana dapat menjadi fondasi yang kuat untuk memasuki pendidikan profesi.
Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK., Subsp.KM, menegaskan bahwa pengembangan kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan kompetensi lulusan dan perkembangan dunia kesehatan. “Kurikulum tidak boleh berhenti pada pemenuhan dokumen akademik, tetapi harus benar-benar memastikan mahasiswa memperoleh kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan profesi dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat. Melalui pendekatan OBE, kita ingin proses pendidikan lebih terarah pada capaian pembelajaran yang terukur,” ujarnya.
Menurut Prof. Suryani, integrasi antara pendidikan Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesinambungan pendidikan serta memastikan setiap tahapan pembelajaran memiliki keterkaitan yang jelas. Ia berharap workshop tersebut dapat menghasilkan rumusan kurikulum yang adaptif, relevan, serta mendukung peningkatan mutu lulusan FKIK Unismuh Makassar. Komitmen FKIK dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan juga sejalan dengan berbagai agenda penguatan kualitas akademik yang terus dilakukan fakultas.
Sementara itu, Prof. Dr. apt. Tiana Milanda, M.Si. selaku narasumber memberikan penguatan mengenai penyusunan dan pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran. “Kurikulum berbasis OBE harus dimulai dari rumusan profil lulusan dan capaian pembelajaran yang jelas. Dari sana, kita menentukan bagaimana proses pembelajaran, metode asesmen, hingga evaluasi dapat memastikan capaian tersebut benar-benar diperoleh mahasiswa,” jelasnya. Menurutnya, integrasi kurikulum juga perlu dibangun dengan memperhatikan keterkaitan kompetensi pada jenjang sarjana dan profesi agar proses pendidikan berjalan secara sistematis dan berkesinambungan.
Melalui workshop ini, FKIK Unismuh Makassar diharapkan dapat menghasilkan pengembangan kurikulum Sarjana Farmasi dan Pendidikan Profesi Apoteker yang semakin terintegrasi, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan profesi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi sivitas akademika untuk memperkuat budaya peningkatan mutu pendidikan dan memastikan lulusan Farmasi Unismuh memiliki kompetensi, profesionalisme, serta kesiapan menghadapi tuntutan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.