Through FKOM, Unismuh Makassar’s Dentistry Study Program Opens Dialogue with Parents
Makassar, 13 October 2026 — The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS) of Universitas Muhammadiyah Makassar is strengthening collaboration between higher education institutions and students’ families through a Focus Group Discussion (FGD) of the Parent Communication Forum (Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa, FKOM) and an introduction to the SINAPS application, organised by the Dentistry Study Program on Tuesday, 13 October 2026.
The hybrid event was held in person in the FMHS Meeting Room on the second floor and online via a video conferencing platform. It was intended for the parents or guardians of Dentistry students from the 2025 and 2026 cohorts. The target participants represented the families of 49 students, comprising seven students from the 2025 cohort and 42 from the 2026 cohort.
The initiative represents a strategic step towards establishing open, two-way, and sustainable communication among the faculty, study program, students, and their parents. Through this forum, parents are expected to gain a better understanding of the educational system, academic services, student activities, and the development of discipline, ethics, and professionalism among Dentistry students.
The Dean of FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK., Subsp.KM, emphasised the importance of collaboration between educational institutions and families in supporting students’ success, both academically and in their character development.
“Students’ educational success is determined not only by the learning process on campus but also by the support they receive from their families. Therefore, effective communication among the faculty, study program, students, and parents is essential to creating an educational environment that fosters discipline, independence, well-being, and professional readiness,” she stated.
She further explained that the Parent Communication Forum is expected to serve as a constructive platform for exchanging views, identifying challenges, and aligning the respective roles of the university and families in supporting students throughout their educational journey.
The Head of the Dentistry Study Program at FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar, drg. St. Maisarah Alwany, MARS, explained that FKOM was established as part of the study program’s efforts to develop a closer partnership with students’ parents and guardians.
“Dental education involves a structured learning process, encompassing theoretical instruction, practical sessions, preclinical training, and clinical education. Students must therefore demonstrate discipline, responsibility, and preparedness at every stage of their studies. Through FKOM, we aim to establish open communication with parents so that the support they provide is aligned with students’ needs and development,” she explained.
She added that the forum also provides parents with an opportunity to communicate their expectations, needs, questions, and concerns regarding the educational process. The feedback received is expected to serve as a basis for evaluation and continuous improvement in the quality of academic and student support services provided by the study program.
In addition to strengthening direct communication, the event introduced SINAPS (Sistem Informasi dan Aplikasi Parent-Student), an information system and application designed to facilitate communication and information sharing between the faculty and students’ parents. The application draws its name and underlying philosophy from the biological concept of a synapse, which serves as a connection point in the nervous system.

Through SINAPS, FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar seeks to establish a more structured communication channel, enabling information dissemination and coordination between the academic community and students’ families to take place more effectively and sustainably.
The socialisation session featured demonstrations and practical simulations of the application, followed by technical assistance, question-and-answer sessions, and the identification of potential challenges parents might encounter when accessing and using its available features.
The programme also included an introduction to the educational system and student code of conduct within the Dentistry Study Program, an overview of student support services, and an introduction to Islamic and Muhammadiyah Education (Al-Islam and Kemuhammadiyahan) and academic culture. These sessions were complemented by interactive discussions addressing parents’ expectations, needs, challenges, and preferred mechanisms for communicating with the study program.
Through the FKOM focus group discussion and SINAPS socialisation, FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar aims to establish an active and sustainable communication forum, improve parents’ understanding of the educational process, and strengthen partnerships that support Dentistry students’ academic achievements and character development.
This initiative also forms part of FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar’s broader commitment to developing responsive, participatory, and student-centred educational services, with communication and collaboration recognised as essential components of quality higher education in the health sciences.
_______________________________________________________________________
Lewat FKOM, Prodi Kedokteran Gigi Unismuh Buka Ruang Dialog dengan Orang Tua
Makassar, 13 Oktober 2026 — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan keluarga mahasiswa melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa (FKOM) dan Sosialisasi Aplikasi SINAPS yang diselenggarakan oleh Program Studi Kedokteran Gigi, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hibrida, yakni luring di Ruang Rapat FKIK lantai 2 dan daring melalui platform konferensi video, ini ditujukan kepada orang tua atau wali mahasiswa Kedokteran Gigi angkatan 2025 dan 2026. Sasaran kegiatan mencakup keluarga dari 49 mahasiswa, terdiri atas tujuh mahasiswa angkatan 2025 dan 42 mahasiswa angkatan 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membangun komunikasi dua arah yang terbuka dan berkelanjutan antara fakultas, program studi, mahasiswa, dan orang tua. Melalui forum tersebut, orang tua diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai sistem pendidikan, layanan akademik, kegiatan kemahasiswaan, serta pembentukan disiplin, etika, dan profesionalisme mahasiswa Kedokteran Gigi.
Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK., Subsp.KM, menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan keluarga dalam mendukung keberhasilan mahasiswa, baik dari aspek akademik maupun pengembangan karakter.
“Keberhasilan pendidikan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kampus, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga. Karena itu, komunikasi yang baik antara fakultas, program studi, mahasiswa, dan orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kedisiplinan, kemandirian, kesejahteraan, dan kesiapan profesional mahasiswa,” ungkapnya.
Menurutnya, Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk menyampaikan aspirasi, mengidentifikasi tantangan, serta menyelaraskan peran kampus dan keluarga dalam mendampingi perjalanan pendidikan mahasiswa.
Ketua Program Studi Kedokteran Gigi FKIK Unismuh Makassar, drg. St. Maisarah Alwany, MARS, menjelaskan bahwa penyelenggaraan FKOM merupakan upaya program studi untuk membangun kemitraan yang lebih erat dengan orang tua atau wali mahasiswa.
“Pendidikan Kedokteran Gigi memiliki proses pembelajaran yang terstruktur, mulai dari pembelajaran teori, praktikum, preklinik, hingga tahapan klinik. Oleh karena itu, diperlukan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan mahasiswa dalam menjalani setiap tahapan pendidikan. Melalui FKOM, kami ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan orang tua agar dukungan yang diberikan dapat selaras dengan kebutuhan dan perkembangan mahasiswa,” jelasnya.
Ia menambahkan, forum ini juga memberikan kesempatan kepada orang tua untuk menyampaikan harapan, kebutuhan, pertanyaan, dan berbagai persoalan yang berkaitan dengan proses pendidikan. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi program studi dalam meningkatkan kualitas layanan akademik dan kemahasiswaan.
Selain memperkuat komunikasi secara langsung, kegiatan ini memperkenalkan SINAPS (Sistem Informasi dan Aplikasi Parent-Student) sebagai media komunikasi dan penyampaian informasi antara fakultas dan orang tua mahasiswa. Aplikasi ini dikembangkan dengan filosofi sinapsis dalam sistem saraf, yang berfungsi sebagai penghubung komunikasi.
Melalui SINAPS, FKIK Unismuh Makassar berupaya menghadirkan kanal komunikasi yang lebih terstruktur sehingga penyampaian informasi dan koordinasi antara lingkungan akademik dengan keluarga mahasiswa dapat berlangsung secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sosialisasi dilakukan melalui demonstrasi dan simulasi penggunaan aplikasi, dilanjutkan dengan pendampingan teknis, sesi tanya jawab, serta identifikasi kendala yang mungkin dihadapi orang tua dalam mengakses dan memanfaatkan fitur yang tersedia.
Rangkaian kegiatan juga mencakup pengenalan sistem pendidikan dan tata tertib mahasiswa Kedokteran Gigi, pemaparan layanan kemahasiswaan, pengenalan Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta budaya akademik, hingga diskusi interaktif mengenai harapan, kebutuhan, tantangan, dan mekanisme komunikasi antara orang tua dan pihak program studi.
Melalui pelaksanaan FGD FKOM dan sosialisasi SINAPS, FKIK Unismuh Makassar berharap terbentuk forum komunikasi yang aktif dan berkelanjutan, meningkatnya pemahaman orang tua mengenai proses pendidikan, serta terbangunnya kemitraan yang semakin kuat dalam mendukung keberhasilan akademik dan pengembangan karakter mahasiswa Kedokteran Gigi.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FKIK Unismuh Makassar untuk terus mengembangkan layanan pendidikan yang responsif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa, dengan menempatkan komunikasi dan kolaborasi sebagai unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan.