FMHS Unismuh Makassar Discusses DESTANA Community Service Program with the Gowa District Health Office
MAKASSAR — The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS) of Universitas Muhammadiyah Makassar conducted an audience meeting with the Gowa District Health Office regarding the planned implementation of the student Community Service Program (KKN) on Tuesday, May 5, 2026. The meeting was held at the Gowa District Health Office.
The discussion focused on several strategic agendas, particularly the determination of locations for the disaster-based Community Service Program, known as KKN DESTANA (Disaster Resilient Village Program). During the meeting, the Gowa District Health Office recommended that the selected KKN locations should prioritize areas that genuinely require community health intervention programs.
Highland areas within Gowa District were identified as priority locations due to their high vulnerability to disasters, including landslides and earthquakes. Therefore, further coordination with the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Gowa District was considered essential to ensure the effective implementation of the program.
In addition, the audience meeting highlighted the strengthening of disaster management programs that have already been implemented in Gowa District, including the Family Disaster Preparedness Program and the expansion of DESTANA initiatives at the village and sub-district levels. The student KKN program is expected to contribute to public education and community empowerment in disaster preparedness and response.
During the discussion, the Gowa District Health Office also emphasized the importance of post-disaster health education to enhance public understanding of disease prevention following natural disasters. Beyond disaster-related concerns, the local government continues to prioritize stunting prevention as well as maternal and child health (MCH) programs as part of its regional health agenda.
The Head of the FMHS Unismuh Makassar KKN Program, dr. Yasse Ahmad Fananie, MHA., MMR, stated that collaboration between higher education institutions and local government agencies represents an important step toward supporting community-based public health development. The evaluation of the KKN program is planned to be conducted approximately six months after implementation, in accordance with the schedule of the Community Health block program.
The audience meeting was attended by Ari Syafardini, SE., M.Si, Secretary of the Gowa District Health Office; Mahmud, S.Pd., M.Ap, Head of the General Affairs and Personnel Subdivision; as well as the FMHS Unismuh Makassar delegation consisting of dr. Yasse Ahmad Fananie, MHA., MMR; dr. Khairunnisa, M.Biomed; dr. Samsul Rahmat; dr. Muhamad Wahyu Ahmad Habibi; and Ayu Lestari, S.Si., M.Biomed.
________________________________________________________________________
FMHS Unismuh Makassar Bahas Program KKN DESTANA Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa
MAKASSAR — Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS) Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan audiensi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa terkait rencana pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa, Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa.
Audiensi ini membahas sejumlah agenda strategis, khususnya terkait penentuan lokasi KKN berbasis kebencanaan atau KKN DESTANA (Desa Tangguh Bencana). Dalam pertemuan tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa menyarankan agar lokasi KKN difokuskan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan intervensi program kesehatan masyarakat.
Wilayah dataran tinggi di Kabupaten Gowa menjadi prioritas pelaksanaan kegiatan karena memiliki risiko bencana yang cukup tinggi, seperti tanah longsor, dan gempa bumi. Oleh karena itu, koordinasi lanjutan dengan BPBD Kabupaten Gowa dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan program secara optimal.
Selain itu, audiensi juga menyoroti penguatan program kebencanaan yang telah berjalan di Kabupaten Gowa, termasuk program keluarga tanggap bencana dan pengembangan DESTANA hingga tingkat desa maupun kecamatan. Program KKN mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Dalam pembahasan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa turut menekankan pentingnya edukasi kesehatan pasca bencana guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pencegahan penyakit setelah terjadi bencana alam. Selain isu kebencanaan, pemerintah daerah juga menempatkan penanggulangan stunting serta kesehatan ibu dan anak (KIA) sebagai program prioritas kesehatan daerah.
Ketua Program KKN FMHS Unismuh Makassar, dr. Yasse Ahmad Fananie, MHA., MMR, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat berbasis komunitas. Evaluasi program KKN nantinya direncanakan dilakukan sekitar enam bulan setelah pelaksanaan kegiatan, menyesuaikan dengan jadwal blok kesehatan komunitas. Audiensi ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa Ari Syafardini, SE., M.Si, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Mahmud, S.Pd., M.Ap, serta tim dari FMHS Unismuh Makassar yang terdiri atas dr. Yasse Ahmad Fananie, MHA., MMR, dr. Khairunnisa, M.Biomed, dr. Samsul Rahmat, dr. Muhamad Wahyu Ahmad Habibi, dan Ayu Lestari, S.Si., M.Biomed.