Strengthening the Culture of Academic Safety, FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar Holds Occupational Health and Safety (OHS) Socialization for the Medical and Medical Professional Education Programs
July 22, 2026 Comments Off on Strengthening the Culture of Academic Safety, FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar Holds Occupational Health and Safety (OHS) Socialization for the Medical and Medical Professional Education Programs kedokteran,news,Prodi Profesi Dokter media-fkik.id

MAKASSAR – The Faculty of Medicine and Health Sciences (FMHS), Universitas Muhammadiyah Makassar, organized an Occupational Health and Safety (OHS) Socialization Program specifically for the Undergraduate Medical Education Program and the Medical Professional Education Program. The initiative was conducted to enhance awareness and foster a strong culture of safety across the medical education environment, encompassing classroom learning, laboratory practical sessions, clinical skills training, and professional clinical practice in healthcare facilities.

The event was attended by representatives of the University Quality Assurance Board (BPM), the faculty leadership, academic staff, administrative personnel, and students from both the Undergraduate Medical Education Program and the Medical Professional Education Program. The participation of all stakeholders reflected a shared commitment to establishing a safe, healthy, and quality-oriented educational environment.

The socialization program represents one of FMHS Universitas Muhammadiyah Makassar’s strategic initiatives to strengthen the implementation of Occupational Health and Safety (OHS) principles within the academic setting. OHS is regarded as an integral component of the faculty’s quality assurance system, particularly given that medical education involves a wide range of activities with potential occupational hazards, including laboratory work, clinical skills training, and clinical placements in hospitals and other healthcare institutions.

During the educational sessions, participants were introduced to the fundamental principles of Occupational Health and Safety, including hazard identification, risk assessment and control, safe working procedures, the proper use of personal protective equipment (PPE), the prevention of biological and chemical exposure, and emergency response procedures for incidents that may occur in academic or clinical environments.

Participants also received practical instruction on the proper use of Portable Fire Extinguishers (PFE) as an essential component of emergency preparedness. The session covered the different types of fire extinguishers and their appropriate applications based on fire classifications, pre-use safety inspections, and the correct operating procedure using the internationally recognized PASS method—Pull the safety pin, Aim the nozzle at the base of the fire, Squeeze the operating handle, and Sweep the nozzle from side to side until the fire is extinguished. This training was designed to enhance the preparedness and confidence of the academic community in responding effectively and safely to potential fire emergencies.

The program also provided a forum for discussion among faculty leaders, lecturers, administrative staff, and students on the importance of cultivating a culture of safety as a shared institutional responsibility. Through this collective understanding, all members of the academic community are expected to consistently implement OHS principles in educational activities, research, and professional services, thereby contributing to a safer and more sustainable academic environment.

Jika berita ini akan dipublikasikan di website internasional FMHS, gaya bahasa di atas sudah sesuai dengan standar berita universitas internasional dan menggunakan istilah yang lazim dalam pendidikan kedokteran, seperti Occupational Health and Safety (OHS), Medical Professional Education Program, Quality Assurance System, dan Portable Fire Extinguisher (PFE).

________________________________________________________________________

Perkuat Budaya Keselamatan Akademik, FKIK Unismuh Makassar Gelar Sosialisasi K3 Pendidikan Kedokteran dan Profesi Dokter

MAKASSAR – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khusus bagi Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman serta membangun budaya keselamatan di lingkungan pendidikan kedokteran yang mencakup aktivitas perkuliahan, praktikum laboratorium, keterampilan klinik, hingga praktik profesi di fasilitas pelayanan kesehatan.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Muhammadiyah Makassar, jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter. Kehadiran seluruh unsur sivitas akademika menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis FKIK Unismuh Makassar dalam memperkuat implementasi budaya K3 di lingkungan akademik. Penerapan K3 dipandang sebagai bagian penting dari sistem penjaminan mutu, mengingat pendidikan kedokteran memiliki berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan risiko, baik di laboratorium, ruang keterampilan klinik, maupun saat mahasiswa menjalani pembelajaran di rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Dalam sesi materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar keselamatan dan kesehatan kerja, meliputi identifikasi potensi bahaya, pengendalian risiko, penerapan prosedur kerja yang aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), pencegahan paparan bahan biologis dan kimia, serta prosedur tanggap darurat apabila terjadi insiden di lingkungan kerja maupun pembelajaran.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat. Materi mencakup pengenalan jenis-jenis APAR, fungsi masing-masing sesuai klasifikasi kebakaran, pemeriksaan kondisi APAR sebelum digunakan, hingga praktik tata cara pengoperasian menggunakan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep), yaitu menarik pin pengaman, mengarahkan nozzle ke pangkal api, menekan tuas, dan menyapu semprotan secara merata hingga api padam. Pembahasan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam merespons potensi kebakaran secara cepat dan tepat. Kegiatan juga menjadi wadah diskusi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa mengenai pentingnya membangun budaya keselamatan sebagai tanggung jawab bersama. Melalui penyamaan persepsi tersebut, setiap unsur sivitas akademika diharapkan memiliki kesadaran untuk menerapkan prosedur K3 secara konsisten dalam setiap aktivitas pendidikan, penelitian, maupun pelayanan.